Karakteristik Asing yang Mempengaruhi Bisnis Internasional

Karakteristik Asing yang Mempengaruhi Bisnis Internasional

 

Sebagai sebuah Negara yang besar, Indonesia tidaklah bis aberdri sendiri dalam mengatasi permasalahan dalah keseharian bangsa ini. Kita membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, tidak menutup kemungkinan kita perlu bantuan dari luar negeri atau negara tetangga. Misalnya saja dalam pemenuhan kebutuhan sehari – hari seperti beras, gula, pakaian danlain sebagainya kita masih perlu import dari negara tetangga. Dalam kaitan hal pemenuhan kebutuhan ini kita harus melakukan kegiatan perdagangan yang biasa kita kenal dengan export- import.

Perdagangan luar negeri dalam perkembangan kehidupan sekarang ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bernegara. Karena setiap negara pasti membutuhkan negara lain untuk mencukupi kebutuhannya. Tak terkeculai Bangsa dan Negara kita tercinta Indonesia.

Salah satu bentuk perdagangan luar negeri tersebut adalah ekspor, dimana ekspor memainkan peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi, terutama bagi negara-negara berkembang. Industri ekspor merupakan sektor yang menjadi landasan bagi perkembangan produktifitas, kemudian produktifitas ini berangsur-angsur menjalar keseluruh sektor ekonomi.
Perkembangan ekspor ini menjadi bagian utama dari substansi 2 perspektif ekonomi yakni, perspektif ekonomi makro, dimana kegiatan ekspor memungkinkan ekonomi nasional menjadi lebih baik untuk memperbesar cadangan valuta asing, menyediakan lapangan kerja, menciptakan backward dan forward linkages, dan akhirnya mencapai sebuah standar hidup yang lebih tinggi (Czinkota, Rivoli, Ronkainen,1992). Sedangkan dari perspektif mikro, kegiatan ekspor dapat memberikan sebuah competitive advantage bagi perusahaan individual, meningkatkan posisi financial perusahaan, meningkatkan kegunaan kapasitas, dan menaikkan standar teknologi (Terpstra dan Sarathy,1994).
Dalam melakukan kegiatan ekspor ini, suatu perusahaan dapat melakukan transfer barang dan jasa melewati batas-batas negara dimanapun yang merupakan tujuan dari ekspor perusahaan tersebut. Kegiatan ekspor juga mempertimbangkan persoalan pasar luar negeri, terutama diantaranya perusahaan kecil dan menengah, yang akan mengurangi resiko bisnis, dimana komitmen terhadap sumber daya yang sedikit dan tingginya fleksibilitas aksi yang ditawarkan (Young et al, dalam Leonidou, 1996).
Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi perusahaan ekspor di Sumatera Barat selama ini dalam mendorong perdagangan ekspornya.

Lokasi strategis jalur laut di kepulauan Indonesia secara tradisional menjadi fasilitator penting antar pulau dan perdagangan internasional. Misalnya, berabad-abad yang lalu,ia menjabat sebagai penghubung perdagangan antara Indiadan Cina kuno. Dalam upaya meningkatkan perdagangan danhubungan internasional, Indonesia telah memperoleh keanggotaan APEC, ASEAN, WTO dan G-20.  Jepang tetapkepala mitra dagang Indonesia serta investor asing terbesar.Pada tahun 2008, kedua negara menandatangani Economic Partnership Agreement (EPA), yang merupakan kesepakatanbilateral perdagangan bebas pertama Indonesia. Menurut ketentuan perjanjian, Indonesia dibebaskan dari bea masukJepang sampai sebatas 90%.

Indonesia adalah anggota G20 hanya mencatat pertumbuhanekonomi selama krisis keuangan global 2008-09. Reformasisecara signifikan telah diperkenalkan di bawah pemerintahanpertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untukmendorong pertumbuhan ekonomi. Beberapa pengembanganmodal termasuk pasar, penggunaan Treasury bills, danreformasi pajak dan bea cukai untuk meningkatkanperdagangan. Selama tahun 2009, Indonesia mengeksporbarang senilai $ 115.600.000.000, yang lebih rendah darisenilai $ 139.300.000.000 yang baik ekspor tahun sebelumnya.Nilai impor mengalami penurunan dari $ 116.000.000.000 pada tahun 2008 menjadi $ 86600000000 pada tahun 2009.

Karakteristik perusahaan lebih mudah dikontrol oleh pihak manajemen perusahaan dibandingkan dengan faktor lingkungan. Karakteristik perusahaan akan menentukan keunggulan komparatif perusahaan. Karakteristik perusahaan terdiri dari ukuran perusahaan, pengalaman ekspor, kemampuan dalam perdagangan internasaional, hal ini akan mempengaruhi kinerja ekspor perusahaan tersebut. Hasil studi menunjukan bahwa kinerja ekspor yang tinggi sangat dipengaruhi oleh karakteristik perusahaan (Baldauf et al. 2000).

Motif dari pihak manajemen sangat mempengaruhi kinerja ekspor suatu perusahaan. Motif manajemen ini terdiri dari dua bagian, yaitu motif proaktif dan motif reaktif. Motif proaktif adalah rangsangan keterlibatan dalam aktivitas perdagangan internasional, hal ini disebabkan oleh besarnya permintaan terhadap produk ekspor di negara – negara industri. Biasanya produk yang diekspor merupakan komoditi primer

Sedangkan motif reaktif adalah usaha perusahaan dalam merespon perubahan lingkungan, misalnya laba, kekhasan produk, pajak dan biaya produksi (Baldauf, et al, 2000).

Menurut Pavord dan Bogard (Schlegelmilch,et al, 1988) menyimpulkan bahwa motif dasar untuk mengekspor adalah telah dipenuhinya pasar domestik dan menghasilkan perhatian manajer senior mengenai penurunan penjualan domestik. Sedangkan Simpson (Schlegelmilch,et al, 1988) menemukan bahwa tindakan melakukan ekspor merupakan sebagai alat untuk meningkatkan keuntungan ketika terjadinya permintaan domestik mengalami penurunan.

Peranan perdagangan luar negeri dalam proses pembangunan ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung ,itu sangat penting karena :

  1. dapat meningkatkan pendapatan,
  2. membuka kesempatan kerja,
  3. meningkatkan penghasilan devisa,
  4. mentransfer modal dan teknologi dari luar negeri, dan dapat mengembangkan industri baru didalam negeri atau usaha industrialisasi (Muchtar et al,1992).

Ada beberapa karakteristik Asing yang Mempengaruhi Bisnis Internasional , diantranya adalah :
1. Kompetitif : jenis dan jumlah pesaing , lokasi dan kegiatan mereka
2. Distributif  : agen nasional dan internasional yang tersedia untuk mendistribusikan barang     dan   jasa.

3. Variabel ekonomi : GNP, biaya buruh perunit, dan pengeluaran konsumsi pribadi  yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melakukan bisnis.
4. Sosioekonomi : karakteristik dan distribusi populasi manusia.
5. Keuangan : variable spt sukubunga, tingkat inflasi, perpajakan,
6. Legal : jenis hukum asing dan domestik yang beragam dan harus dipatuhi oleh perusahaan internasional.
7. Fisik : unsur alam spt topografi, Iklim dan sumber alam
8. Politik : elemen politik bangsa spt nasionalisme, bentuk   pemerintahan, dan organisasi Internasional
9. Sosiokultural : sikap, kepercayaan, pendidikan, dll
10. Buruh/Tenaga Kerja : komposisi, keahlian
11. Teknologi : keahlian dan peralatan teknis yang mempengaruhi bagaimana sumber sumber diubah menjadi produk.

 

 

Indonesia Impor: Komoditas
Berikut adalah komoditas impor utama Indonesia
Mesin dan peralatan
Bahan kimia
Fuels
Bahan pangan

 

 

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s